Angry Birds
Welcome!!

Jumat, 28 November 2014

Analisis Materi Pembelajaran

Sebagai guru kita harus menganalisi materi pembelajaran, dilihat dari hasil evaluasi siswa dimana letak kesulitan siswa, agar guru dapat menindak lanjuti bagaimana cara mengatasinya dengan baik. Apakah metode dan pendekatan yang digunakan sesuai dengan materi yang telah diajarkan .

RPP (Fungsi Trigonometri ICT)

Nge-blog kali ini bahas nya contoh RPP dengan Model Discovery Learning, pendekatan Kontruktivisme, media ICT dengan aplikasi Geogebra, dan metode diskusi serta metode tanya jawab. Pada blog ku sebelumya sudah dibahas mengenai model-model pembelajaran. Dibawah ini contoh RPP nya biar lebih jelas..

Kamis, 27 November 2014

DERET PANGKAT & METODE DERET PANGKAT

Deret Pangkat dan Metode Deret Pangkat ini salah satu materi dari mata kuliah ku yaitu Mata Kuliah Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas atau sering kami singkat dengan "MANASA". Berhubung kelompok kami membahas mengenai Deret dan metode Deret Pangkat maka inilah hasil Makalah nya. Silahkan dibaca :)

Selasa, 25 November 2014

RPP (Fungsi Komposisi)

Contoh RPP dengan Pendekatan Saintifik, model Discovery Learning, metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Materi matematika SMA "Fungsi komposisi".

Minggu, 23 November 2014

NASKAH SOAL TES KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS (MATEMATIKA)

kumpulan soal Matematika. Ini tugas Evaluasi Pembelajaran matematika kami, dimana soal - soal dibawah ini merupakan tes kemampuan berpikir kreatif matematis. Silahkan dicoba jawab yah, nanti untuk kunci jawaban nya aku share juga untuk blog berikutnya..

Metode Diskusi Dan Metode Tanya jawab

 Metode diskusi dan tanya jawab yang sudah tidak asing lagi didengar dimana kedua metode ini sangatlah keterkaitan satu sama lain. menggunakan metode ini juga harus dilihat langkah - langkah pembelajarannya agar dapat berjalan dengan lancar . Berikut penjelasannya

A. Metode Diskusi
 
Metode diskusi adalah suatu cara mengajar dengan cara memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya.


Tujuan metode ini adalah :
1. Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa 
    agar berfikir kritis,mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran-
    pikirannya.
2. Mengambil suatu jawaban aktual atau satu rangkaian jawaban yang didasarkan
    atas pertimbangan yang saksama.

Langkah-langkahnya :
1. Langkah Persiapan
   Hal-hal yang harus diperhatikan dalam persiapan diskusi di antaranya:
a. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan yang bersifat umum maupun
   tujuan khusus.
b. Menentukan jenis diskusi yang dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang
   ingin dicapai.
c. Menetapkan masalah yang akan dibahas.
d. Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan
    diskusi, misalnya ruang kelas dengan segala fasilitasnya, petugas-
    petugas diskusi seperti moderator, notulis, dan tim perumus, manakala
    diperlukan.

2. Pelaksanaan Diskusi
    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan diskusi adalah:
a. Memeriksa segala persiapan yang dianggap dapat memengaruhi kelancaran
   diskusi.
b. Memberikan pengarahan sebelum dilaksanakan diskusi, misalnya menyajikan
    tujuan yang ingin dicapai serta aturan-aturan diskusi sesuai dengan jenis  
    diskusi yang akan dilaksanakan.
c. Melaksanakan diskusi sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan. Dalam
   pelaksanaan diskusi hendaklah memerhatikan suasana atau iklim
   belajar yang menyenangkan, misalnya tidak tegang, tidak saling menyudutkan,
   dan lain sebagainya.
d. Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta diskusi untuk
    mengeluarkan gagasan dan ide-idenya.
e. Mengendalikan pembicaraan kepada pokok persoalan yang sedang dibahas.
f. Hal ini sangat penting, sebab tanpa pengendalian biasanya arah pembahasan
    menjadi melebar dan tidak fokus.

3. Menutup Diskusi
   Akhir dari proses pembelajaran dengan menggunakan diskusi hendaklah   
   dilakuan hal-hal sebagai berikut:
a. Membuat pokok-pokok pembahasan sebagai kesimpulan sesuai dengan hasil
   diskusi.
b. Me-review jalannya diskusi dengan meminta pendapat dari seluruh peserta
    sebagai umpan balik untuk perbaikan selanjutnya.

Kelebihan Metode Diskusi :
a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
   dan bukan satu jalan.
b. Menyadarkan anak didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan
   pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang
   lebih baik.
c Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun
   berbeda dengan pendapatnya sendiri dan membiasakan bersikap toleransi

Kelemahan Metode Diskusi :

a. Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar.
b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara
d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal

Geogebra (Perbandingan trigonometri)

Ini manfaat nya kita menggunakan Media ICT dengan aplikasi Geogebra. Semua jadi lebih mudah deh, ini aku ada contoh dan tutorial cara membuat "Grafik Perbandingan trigonometri" dimana kalau Grafik nya sudah jadi kita akan lebih mudah menentukan perbandingan - perbandingan pada trigonometri. langsung saja kita lihat contoh dan tutorial nya di bawah ini
Contohnya :


Langkah - langkah pembuatannya :
1. Buatlah titik pusat dengan menggunakan titik baru yang kita misalkan dengan
   titik A berpusat pada (0,0)
2. Buatlah lingkaran yang berpusat pada titik A berjari- jari 1 (r=1)
3. Buatlah garis tegak lurus melalui titik B pada sumbu X
4. Lalu akan didapat titik perpotongan yang dinamakan titik C
5. Buatlah ruas garis (A,C) , ruas garis (B,C)dan ruas garis (B,A)
6. Tentukan jarak dari A ke C dan dari B ke A
7. lalu gunakan sudut untuk mengukur semua sudut yang ada pada segitiga
8. Setelah itu jika kita gerakkan kursor pada titik B maka sudut yang berubah
    akan menghasilkan perbandingan trigonometri yang di inginkan.

Itulah tutorial beserta contohnya, silahkan dicoba ya, semoga bermanfaat :)

Geogebra (Segi enam)

langkah - langkah pembuatan Hexagon atau Segi Enam dengan menggunakan media ICT aplikasi Geogebra

Contohnya :

Langkah - lanngkah dalam membuat Hexagon :
1. Buatlah titik baru yang kita namakan titik A, titik B, dan titik C
2. Buatlah lingkaran melalui titik C berpusat pada A
3. Buatlah titik baru yang dinamakan dengan titik D
4. Buatlah titik E yang merupakan titik perpotongan dari (C,D)
5. Buatlah titik F yang merupakan titik perpotongan dari (C,D)
6. Buatlah lingkaran e yang merupakan lingkaran yang melalui D berpusat F
7. Buatlah ruas garis a yang merupakan ruas garis dari (D,C)
8. Buatlah titik G yang merupakan titik perpotongan dari (C,E)
9. Buatlah titik H yang merupakan titik perpotongan dari (D,E)
10. Buatlah lingkaran F yang merupakan lingkaran yang melalui D berpusat pada G
11. Buatlah titik I yang merupakan titik perpotongan dari (E,F)
12. Buatlah lingkaran yang melalui titik F berpusat pada H
13. Buatlah titik I yang merupakan perpotongan dari (E,G)
14. Buatlah Hexagonal yang merupakan poligon dari I,J,H,C,D,G
15. Buatlah ruas garis I yang merupakan ruas garis dari (I,J)
16. Buatlah ruas garis J yang merupakan ruas garis dari (J,H)
17. Buatlah ruas garis C yang merupakan ruas garis dari (C,D)
18. Buatlah ruas garis d1 dari (D,G) dan ruas garis g1 dari (G,I)
19. Hitung sudutnya masing-masing pada hexagon..

itulah cara membuat Hexagon dengan aplikasi Geogebra. Silahkan dicoba :)

Geogebra (Refleksi)

Refleksi (pencerminan)

Refleksi (Pencerminan) adalah Suatu transformasi yang memindahkan tiap titik pada bidang dengan menggunakan sifat bayangan cermin dari titik-titik yang dipindahkan.
Sifat - Sifat Pencerminan
Pencerminan terdapat beberapa sifat-sifat yang selalu ditemukan. Adapun sifat tersebut adalah sebagai berikut :

1. Jarak suatu titik terhadap cermin sama dengan jarak antara pencerminan
   dengan cermin.
2. Garis yang menghubungkan titik dengan pencerminannya selalu tegak lurus
   dengan cermin.
3. Setiap garis dan pencerminannya selalu sama panjang
4. Setiap bangun dan pencerminannya selalu kongruen
Ini contohnya agar lebih jelas, dengan menggunakan Media ICT aplikasi Geogebra


Langkah - langkah nya :
1. Pilih sisipkan gambar, lalu pilih gambar yang akan di refleksikan. Gambar 
    tersebut kita simbolkan dengan g
2. Setelah itu buatlah titik baru yang dinamakan titik A , titik B, titik C, dan titikD
3. Buatlah garis a yaitu garis yang melalui (C,D)
4. Gambar g yang sudah dibuat cerminkan pada garis a lalu di dapatkan g’
5. Tentukan titik A’ yaitu titik A dicerminkan pada garis a
6. tentukan titik B’ yaitu titik b dicerminkan pada garis a
7. Buatlah ruas garis b yaitu ruas garis dari (B,B’)
8. Buatlah titik baru yang dinamakan titik E
9. Buatlah ruas garis C melalui ruas garis (A,A’)

silahkan dicoba :)

Geogebra (Persegi)

Pengertian Segi Empat :
Segi Empat adalah bangun yang memiliki empat sisi sama panjang dan empat sudut siku-siku

ciri-cirinya:
a.Memiliki empat sisi yang sama panjang,
b.Memiliki empat sudut yang sama besar. Besar masing-masing sudut adalah 90áµ’.
c.Kelilingnya adalah 4 x sisi
d.Luasnya adalah sisi x sisi
e.Memiliki dua diagonal sama panjang
f.Memiliki empat simetri putar
g.Memiliki empat simetri lipat
h.diagonalnya saling tegal lurus
i.total semua sisinya adalah 360 derajat

Contoh Segi empat dengan menggunakan aplikasi Geogebra :



langkah - langkahnya :
1. Buat titik baru yang dinamakan titk A
2. Buat titik baru yang dinamakan titik B
3. Buatlah ruas garis (A,B) yang dinamakan ruas garis a
4. Buatlah lingkaran melalui B dengan pusat A
5. Gunakan perpotongan dua objek dari C, lalu buat ruas garis (C,A)
6. Buatlah garis tengah (C,A) dan ruas garis tengah (C,B) yang dinamakan garis d
7. Buatlah garis E melalui A sejajar dengan d yang dinamakan garis e
8. Buatlah titik baru yang dinamakan dengan A
9. Buatlah titik F dengan menggunakan titik baru
10. Buatlah garis g melalui F sejajar e
11. Buatlah titik G, titik perpotongan dari (c,d)
12. Buatlah segiempat dari poligon a,b,f,h
13. Buatlah ruas garis b1 dari ruas garis (B,F) pada segi empat
14. Buatlah ruas garis garis f1 dari ruas garis (F,H)
15. Buatlah ruas garis h dari ruas garis h dari ruas garis (h,a) pada segi empat
16. Hitug masing-masing sudut yang ada pada segi empat.

Silahkan dicoba :)

Senin, 10 November 2014

SEGITIGA SAMA KAKI (GEOGEBRA)

Pengertian Segitiga Sama Kaki :
Segitiga sama kaki adalah segitiga yang mempunyai dua sisi sama panjang.

Ciri-ciri Segitiga Sama Kaki :
1. Kedua sisinya sama panjang
2. Mempunyai dua sudut yang sama besar
3. Mempunyai 1 simetri lipat
4. Mempunyai 1 simetri putar

Dibawah ini saya berikan contoh Segitiga Sama Kaki dengan menggunakan Aplikasi Geogebra :



langkah-langkahnya :
1. Buatlah titik A dengan menggunakan titik baru
2. Buatlah titik B dengan menggunakan titik baru
3. Buatlah ruas garis diantara dua titik (A,B)
4. Gunakan garis tengah tegak lurus untuk ruas garis ab
5. Tentukan titik C pada garis tengah yang sudah dibuat pada sebelumnya
6. Lalu buatlah poligon dari titik A,B,C yang sudah dibuat
7. Dan yang terakhir pilih sudut letakkan pada sudut yang akan di ukur apakah
   segitiga yang kita buat sesuai dengan ciri-ciri segitiga sama kaki.

Silahkan Dicoba :)

Sabtu, 01 November 2014

TAKSONOMI BLOOM EDISI REVISI

TAKSONOMI BLOOM EDISI REVISI

Sejalan dengan berbagai jenis aspek standar kompetensi, materi pembelajaran juga dapat dibedakan menjadi jenis materi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Materi pembelajaran atau dimensi pengetahuan secara terperinci dibagi menjadi empat jenis, yaitu: faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. (Anderson, L.W. & Krathwohl, D.R.: 2001)

Perbedaan taksonomi Bloom yang lama dengan yang baru:

(Anderson, L.W. & Krathwohl, D.R.: 2001)

Taksonomi Bloom lama
C1  (Pengetahuan)
C2  (Pemahaman)
C3  (Aplikasi)
C4  (Analisis)
C5  (Sintesis)
C6  (Evaluasi)

Taksonomi Bloom revisi

C1  (Remember/Mengingat)
C2  (Understand/Memahami)
C3  (Apply/Mengaplikasikan)
C4  (Analyze/Menganalisis)
C5  (Evaluate/Mengevaluasi)
C6  (Create/Mencipta)

Dimensi Proses Kognitif:
C.1. Mengingat (Remember)
     a. Mengenali (recognizing)
     b. Mengingat (recalling)
C.2. Memahami (Understand)
     a. Menafsirkan (interpreting)
     b. Memberi contoh (exampliying)
     c. Meringkas (summarizing)
     d. Menarik inferensi (inferring)
     e. Membandingkan (compairing)
     f. Menjelaskan (explaining)
C.3. Mengaplikasikan (Apply)
     a. Menjalankan (executing)
     b. Mengimplementasikan (implementing)
C.4. Menganalisis (Analyze)
     a. Menguraikan (diffrentiating)
     b. Mengorganisir (organizing)
     c. Menemukan makna tersirat (attributing)
C.5. Evaluasi (Evaluate)
     a. Memeriksa (checking)
     b. Mengritik (Critiquing)
C.6. Membuat Create)
     a. Merumuskan (generating)
     b. Merencanakan (planning)
     c. Memproduksi (producing)

Dimensi Pengetahuan
1. Pengetahuan faktual (Factual knowledge):
   a. Pengetahuan terminologi (knowledge of terminology.
   b. Pengetahuan detail dan unsur-unsur (kejadian, subyek, waktu, detail tertentu)
2. Pengetahuan konseptual (conceptual knowledge)
   a. Pengetahuan klasifikasi dan kategori (knowledge of classification and 
      categories).
   b. Pengetahuan prinsip dan generalisasi (knowledge of principles and
      generalization)
   c. Pengetahuan teori, model, dan struktur (knowledge of theories, models, and
      structures)
3. Pengetahuan prosedural (procedural knowledge)
    a. Pengetahuan tentang keterampilan bidang tertentu dan algoritma
      (knowledge of subject specific skills and algorithms).
   b. Pengetahuan tentang teknik dan metode pada bidang tertentu (knowledge of
       subject specific techniques and methods)
   c. Pengetahuan kriteria penggunaan prosedur secara tepat (knowledge of 
       criteria for determining when to use appropriate procedures )
4. Pengetahuan metakognitif (metacognitive knowledge)
   a. Pengetahuan strategi (strategic knowledge).
   b. Pengetahuan tugas kognitif, termasuk pengetahuan konteks dan kondisi
      (knowledge about cognitive task, including contextual and conditional
       knowledge)
   c. Pengetahuan tentang diri sendiri (self-knowledge)

Sumber : http://hariankosa.blogspot.com/p/taksonomi.html


LANDASAN, PRINSIP, DAN ASAS-ASAS BIMMBINGAN KONSELING

A. LANDASAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Bimbingan di sekolah mengikuti prinsip atau landasan yang akan menentukan pendekatan dalam membantu klien, yaitu:
1. Memperhatikan perkembangan siswa sebagi individu mandiri yang berpotensi
2. Bimbingan berkisar pada dunia subjektif individu
3. Bimbingan dilaksanakan atas kesepakatan dua pihak
4. Bimbingan berlandaskan pengakuan atas hak asasi
5. Bimbingan bersifat ilmiah dengan mengintegrasikan ilmu-ilmu psikologis
6. Pelayan untuk semua siswa, tidak hanya yang bermalas saja
7. Bimbingan merupakan proses, terus menerus, berkesinambungan dan mengikuti tahapan perkembangan

B. PRINSIP-PRINSIP OPERASIONAL BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH

Prinsip ini mengatur landasan teoritis pelaksanaan layanan bimbingan konseling. Terdapat empat prinsip yaitu prinsip umum, prinsip yang berhubungan dengan individu yang dibimbing. Individu pembimbing dan prinsip yang berkaitan dengan organisasi dan administrasi bimbingan.
Prinsip umum antara lain mengatur tentang pengkajian masa lalu sebagai pembentuk aspek kepribadian, pemahaman atas perbedaan karakter tiap individu, bantuan diberikan agar individu mampu mandiri, bimbingan harus disesuaikan dengan program pendidikan, bimbingan dipimpin orang yang profesional dan terhadap program bimbingan harus selalu diadakan penilaian antara pelaksanaan dan rencana yang dirumuskan.
Prinsip yang berkaitan dengan individu yang dibimbing: bimbingan haruslah ditujukan pada seluruh siswa, ada kriteria prioritas layanan. Bimbingan harus berpusat pada siswa, haruslah dapat memenuhi kebutuhan tiap individu yang beragam. Keputusan terakhir haruslah pada klien dan klien berangsung-angsur harus mampu untuk mandiri.
Prinsip bagi pembimbing meliputi kualifikasi yang memadai, kesempatan mengembangkan diri lewat berbagai pelatihan. Pembimbing perlu memanfaatkan semua sumber, berbagai metode dan teknik bimbingan bagi efektivitas pemberian bantuan pada siswa. Konselor harus menjaga asas kerahasiaan klien.
Prinsip dalam organisasi dan administrasi bimbingan meliputi prinsip kesinambungan, ada kartu pribadi bagi setiap siswa, bimbingan harus disesuikan dengan kebutuhan sekolah. Ada pembagian waktu yang baik, berbagai metode bimbingan baik individual dan kelompok. Sekolah perlu bekerja sama dengan lembaga lain diluar sekolah dan kepala sekolah memegang tanggung jawab tertinggi dalam pelakasanaan bimbingan.

C. ASAS-ASAS BIMBINGAN DAN KONSELING
Asas adalah segala hal yang harus dipenuhi dalam melaksanakan suatu kegiatan. Menurut Prayitno ada beberapa asas yang harus diperhatikan:
1. Asas kerahasiaan
Asas ini merupakan asas kunci, karena klien mampu mengungkap masalahnya pada orang yang dipercaya klien. Dengan adanya keterbukan masalah akan dapat diselesaikan dengan baik.
2. Asas keterbukaan
Asas ini didasarkan atas asas kerahasiaan. Klien dan konselor perlu suasana keterbukaan untuk mengungkapkan perasaan, pemikiran dan keinginan yang berkaitan dengan permasalahan yang ingin diselesaikan.
3. Asas kesukarelaan
Asas ini lebih terkait dengan pribadi konselor. Konselor perlu memiliki sikap sukarela dalam membantu menyelesaikan permasalahan klien. Dengan sikap sukarela dari konselor klien akan dengan sukarela pula menceritakan dan mencari solusi atas permasalahannya.
4. Asas kekinian
Fokus pemecahan permasalahan klien adalah pada masa saat ini. Apa yang saat ini dirasakan dan menjadi permasalahan klien adalah hal yang perlu diselesaikan dalam pertemuan konseling.
5. Asas kegiatan
Konseling dapat berlangsung baik apabila klien mau melaksanakan tugas yang diberikan. Konselor hendaknya mampu memotivasi klien melakukan kegiatan yang disarankan dalam sesi konseling demi tujuan penyelesaian masalah klien.
6. Asas kedinamisan
Dinamis merupakan perubahan menuju pada kemajuan yang terjadi pada klien. Konselor hrus memberikan layanan yang sesuai dengan sifat keunikan tiap individu demi perubahan ke arah perkembangan pribadi yang lebih baik.
7. Asas keterpaduan
Dalam pemberian layanan, konselor perlu memperhatikan aspek kepribadian klien yang diarahkan untuk mencapai keharmonisan dan keterpaduan. Keterpaduan ini berkaitan dengan aspek klien maupun mengenai keterpaduan isi dan proses layanan.
8. Asas kenormatifan
Usaha layanan tidak boleh bertentangan dengan norma yang berlalu sehingga tidak terjadi penolakan dari pihak yang dibimbing. Asas ini berkaitan dengan proses dan saran atau keputusan yang dibahas dalam konseling.
9. Asas keahlian
Proses konseling harus dilakukan dengan profesional dan oleh orang yang profesional yang menntut ketrampilan khusus dan terlatih untuk melakukan konseling.
10. Asas alih tangan
Asas ini bertujuan agar tidak terjadi pemberian layanan yang tidak tepat. Bila permasalahan klien perlu penanganan dari ahli yang lain maka pengalihtanganan kepada pihak yang lebih ahli perlu dilaksanakan.
11. Asas tut wuri handayani
Makna layanan bimbingan dan konseling tidak hanya berkaitan dengan permasalahan saat tertentu melainkan makna tersebut tetap dirasakan oleh klien pada masa yang akan datang.

Sumber : http://gieyuliani.wordpress.com/bimbingan-konseling/

PENGERTIAN, PERANAN, DAN TUJUAN BIMBINGAN KONSELING

A. PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING

1. Definisi Bimbingan
Dalam mendefinisikan istilah bimbingan, para ahli bidang bimbingan konseling memberikan pengertian yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pengertian yang mereka sajikan memiliki satu kesamaan arti bahwa bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan.
Menurut Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Hal senada juga dikemukakan oleh Prayitno dan Erman Amti (2004: 99), Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Sementara Bimo Walgito (2004: 4-5), mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. Chiskolm dalam McDaniel, dalam Prayitno dan Erman Amti (1994: 94), mengungkapkan bahwa bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri.
Secara umum bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

2. Definisi Konseling
Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar.
Jones (Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.
Istilah konseling sering diartikan sebagai penyuluhan, walaupun sebenarnya kurang tepat. Untuk menekankan kekhususannya digunakan istilah bimbingan dan konseling. Kegiatan-kegiatan konseling mempunyai ciri sebagai berikut:
1. Pada umumnya dilaksanakan secara individual
2. Pada umumnya dilaksanakan dalam suatu perjumpaan tatap muka
3. Dibutuhkan orang yang ahli
4. Tujuan diarahkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien.
5. Klien pada akhirnya mampu memecahkan masalah dengan kemampuannya sendiri.
Jadi di simpulkan bahwa pengertian bimbingan dan konseling yaitu suatu bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseling agar konseling mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya

B. PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH
Tujuan pendidikan yaitu membentuk manusia yang seutuhnya. Bimbingan dan konseling secara tidak langsung menunjang tujuan pendidikan dengan menangani masalah dan memberikan layanan secara khusus pada siswa, agar siswa dapat mengembangkan dirinya secara penuh.
Kehadiran koselor sekolah membantu guru dalam memperluas pandangan guru tentang masalah afektif yang serta kaitannya dengan profesi guru, seperti keadaan emosional yang mempengaruhi proses belajar-mengajar, mengembangkan sikap positif dan menangani masalah yang ditemui guru dalam pelaksanaan tugasnya.
Konselor dan guru merupakan suatu tim yang saling menunjang demi terciptanya pembelajaran yang efektif. Kegiatan bimbingan dan konseling dengan demikian tidak bisa dilepaskan dari kegiatan sekolah.

C. TUJUAN BIMBINGAN DI SEKOLAH
Tujuan bimbingan di sekolah ialah membantu siswa dalam :
1) mengatasi kesulitan belajar.
2) mengatasi kebiasaan yang tidak baik pada saat kegiatan belajar maupun dalam hubungan sosial.
3) mengatasi kesulitan yang berhubungan dengan kesehatan jasmani
4) hal yang berkaitan dengan kelanjutan studi.
5) kesulitan yang berhubungan dengan perencanaan dan pemilihan pekerjaan .
6) mengatasi kesulitan masalah sosial-emosional yang berasal dari murid berkaitan dengan lingkunga sekolah, keluarga dan lingkungan yang lebih luas.
Dalam bahasa lain Downing mengemukakan bahwa tujuan bimbingan di sekolah sama dengan pendidikan terhadap diri sendiri yaitu membantu siswa agar dapat memenuhi kebutuhan sosial psikologis, merealisasikan keinginan serta mengembangkan kemampuan dan potensinya.

D. PERANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PEMBELEJARAN
Salah satu problem yang dihadapi siswa di sekolah adalah kesulitan belajar. Ciri yang tampak seperti nilai jelek, hasil tidak sesuai dengan usaha, sikap yang kurang baik; menentang, berdusta dan tingkah laku lain seperti membolos.
Siswa kadang tidak mengetahui bahwa ia bermasalah. Dalam keadaan seperti ini hal yang diperlukan siswa yaitu 1) bimbingan belajar. 2) bimbingan sosial dan 3) bimbingan dalam mengatasi masalah pribadi.
1. Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar bertujuan mengatasi masalah kegiatan belajar di dalam atau luar sekolah; meliputi bimbingan cara belajar (kelompok atau individual),merencanakan waktu dan kegiatan belajar, kesulitan dalam mata pelajaran tertentu, dan hal yang berkaitan dengan cara, proses, prosedur dalam belajar.
2. Bimbingan sosial
Tujuan bimbingan sosial yang agar siswa mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan kelompok, sehingga tercipta suasana belajar mengajar yang kondusif. Menurut Abu Ahmadi bimbingan sosial dimaksudkan untuk memperoleh kelompok belajar dan bermain, persahabatan dan kelompok sosial yang sesuai dan yang akan membantu dalam menyelesaikan masalah tertentu.
3. Bimbingan dalam mengatasi masalah pribadi
Beberapa masalah pribadi menimbulkan konflik, misalnya antara intelektual dan emosi, bakat dan aspirasi lingkungan, antar kehendak, antar situasi. Menurut Downing, layanan bimbingan pribadi bermanfaat terutama dalam membantu menciptakan hubungan sosial yang menyenangkan, menstimulasi siswa meningkatkan partisipasi, mewujudkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, meninggalkan motivasi belajar dan menstimulasi tumbuhnya minat bakatnya.


SUMBER :
Prof. Soetjipto dan Kosasi, Raflis, M.Sc. tahun. Profesi Keguruan.kotaa:Rineka Cipta
http://gieyuliani.wordpress.com/bimbingan-konseling/
http://belajarpsikologi.com/pengertian-bimbingan-dan-konseling/
http://www.te2n.com/tag/ciri-ciri-program-bimbingan-dan-konseling-yang-baik